This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 12 Desember 2015

interaktipity

Definisi Multimedia :
    Multimedia terdiri dari dua kata "multi" artinya banyak, dan "media" sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawakan sesuatu. Media dalam Amerika yaitu alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi.


    Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, animasi dan video.

    Berikut beberapa definisi Multimedia menurut beberapa ahli :
    1. Kombinasi dari komputer dan video. (Rosch, 1996)
    2. Kombinasi dari tiga elemen : suara, gambar dan text. (Mc.Comick, 1996)
    3. Kombinasi dari paling sedikit dua media input dan output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar. (Turban dan kawan-kawan, 2002)
    4. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks-grafik, animasi, audio dan video. (Robin dan Linda, 2001)
    5. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstekter, 2001 adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakaian berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.
    >> Kategori Multimedia

    Multimedia dapat di definisikan menjadi 2 kategori, yaitu multimedia content production dan multimedia communication dengan definisi sebagai berikut :
    1. Multimedia Content Production adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa media (teks, audio, graphics, animation, video dan interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music, video, film, game, intertaintment, dll.) Atau penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media (teks, audio, graphics, animation, video, dan interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :
      • media teks
      • media audio
      • media video
      • media animasi
      • media graph / image
      • media interactivity
      • media spesial effect
    2.  Multimedia Communication adalah penggunaan media (massa), seperti televisi, radio, media cetak dan internet untuk mempublikasikan / menyiarkan / mengkomunikasikan material advertising, publicity, entertaintment, news, education, dll. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :
    • TV
    • Radio
    • Film
    • Media Cetak
    • Musik
    • Game
    • Entertainment
    • Tutorial
    • ICT (Internet)
    >> Karakteristik Multimedia 

    Multimedia juga mempunyai  karakteristik, yaitu ada 2 bentuk :
    1. Bentuk Linier : Sebuah struktur multimedia dimana pengguna bernafigasi sesuai urutan dari satu frame atau bite informasi ke yang lainnya.
    2. Bentuk No Linier : Struktur multimedia dimana pengguna bernafigasi secara bebas, tidak oleh rute yang ditentukan.

    Audio Visual Teknologi untuk Pemula

    Audio Visual Teknologi untuk Pemula
    Audio-visual teknologi memungkinkan seseorang untuk input sindikasi seperti video atau slide dengan suara untuk mengirim atau menyampaikan informasi secara efektif. Presentasi multimedia dan penggunaan pita magnetik untuk memberikan suara dan geser kontrol proyektor hanya beberapa contoh dari teknologi audio-visual. Ini digunakan terutama di perusahaan besar selama pertemuan dan proposal bisnis. Kebanyakan teknologi audio-visual termasuk program yang sistematis dan kompleks. Dengan demikian, itu memerlukan sejumlah keterampilan teknis.

    Jika Anda baru untuk menggunakan layanan ini, Anda dapat menemukan pedoman dan langkah-langkah praktik tentang cara untuk berhasil menggunakan teknologi ini untuk keuntungan Anda pada kebanyakan audio-visual materi cetak dan internet berbasis penyedia layanan. Di Internet, Anda dapat menemukan perangkat lunak trial download untuk membuat dan merancang presentasi slide, demo dan sejenisnya. Ada juga majalah dan buku-buku yang dapat membantu Anda langkah demi langkah.

    Jika Anda ingin membeli audio-visual set, ada manual yang tersedia tentang cara menggunakannya. Mereka termasuk langkah-demi-langkah panduan tentang cara untuk mengatur segalanya. Ini akan melakukan Anda banyak yang baik untuk mempelajari manual. Belajar dasar-dasar akan membantu Anda pindah ke program yang lebih kompleks dan canggih.

    Pointer untuk Pemula Teknologi Audio Visual

    Ada banyak hal kompleks yang Anda harus tahu tentang teknologi audio-visual. Namun, lebih baik untuk mendapatkan pemahaman penuh dari dasar-dasar pertama. Inilah yang paling di modul teknologi audio-visual untuk pemula adalah semua tentang.

    Sangat tegas dan tajam. Jika Anda ingin belajar, Anda harus mempelajari setiap detail kecil. Artinya, Anda harus mencatat semua rincian seperti sumber daya, menghubungkan kawat dan kabel dan penempatan yang tepat dari peralatan. Ini sangat penting, karena bahkan kesalahan sekecil apapun dalam peralatan switching pada dapat menyebabkan kegagalan total sistem.

    Jadilah ingin tahu dan membaca. Ajukan pertanyaan jika Anda? Kembali pasti tentang audio-visual teknologi atau proses. Dengan cara ini, Anda akan berada? Familiar dengan segala sesuatu dan praktek dengan benar. Hal ini juga penting bahwa Anda melakukan penelitian pada topik yang belum Anda kenal untuk Anda. Hal ini juga bisa membantu jika Anda memahami jargon teknologi.
    Source from: rental interpreter by systempro.asia
    Penyedia Layanan Audio-Visual
    Lelah presentasi tradisional? Apakah Anda menemukan diri Anda bosan dengan bahan yang biasa digunakan ketika melakukan ceramah, demonstrasi atau proposal? Maka sudah saatnya Anda membuang gaya umum Anda visual presentasi dan mengaitkan diri dengan teknologi terbaru dan maju dalam audio-visual layanan. Saat ini, ada banyak audio-visual penyedia layanan yang dapat menyediakan Anda dengan audio-visual kebutuhan Anda.

    Pada dasarnya, penyedia layanan audio visual adalah perusahaan yang menyediakan program, perangkat lunak dan peralatan untuk presentasi seperti tindakan panggung, produksi acara, konvensi, dukungan konferensi dan sejenisnya. Berbagai layanan mereka mungkin termasuk pencahayaan, optimasi suara, proyeksi, rekaman, video dan penyiaran, menampilkan pameran, layout panggung dan manajemen program komputer.

    Kebanyakan audio-visual penyedia layanan baik menjual peralatan dan program atau menawarkan sewa. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki sebuah set audio-visual, ada perusahaan yang menjual mereka baik dalam set atau paket-paket individual. Di sisi lain, jika Anda sudah memiliki satu set lengkap peralatan tapi don t memiliki program yang tepat dan tahu-cara mengoperasikannya,? Ada perusahaan yang dapat membantu Anda.

    Cara Menemukan Besar Audio-Visual Penyedia Layanan

    Mempekerjakan bantuan penyedia layanan audio-visual akan mengambil presentasi Anda ke tingkat berikutnya. Mereka memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam setiap aspek? dari pencahayaan untuk full-proyeksi pekerjaan. Satu-satunya masalah adalah menemukan perusahaan yang tepat yang paling cocok untuk Anda. Anda membutuhkan sebuah perusahaan yang akan menjawab semua kebutuhan Anda dan pada saat yang sama menyediakan layanan berkualitas dengan harga yang wajar.

    Penelitian dan analisis yang cermat adalah kunci Anda. Anda akan memiliki? Untuk menemukan penyedia layanan terbaik yang tersedia dan menganalisis pro dan kontra dari penyewaan peralatan mereka serta perangkat lunak dan program. Juga, menemukan penyedia yang menawarkan paket yang mencakup semua layanan dan program yang Anda butuhkan. Anda tidak ingin berakhir dengan penawaran yang berharga bagi Anda. Itu akan membuang-buang begitu banyak waktu dan uang. Dengan demikian, penting untuk berhati-hati. Untuk jaminan, testimonial dari klien akan membantu Anda tahu apakah penyedia layanan audio-visual tertentu membuat kualitas layanan atau tidak.
    Blog Sumber: alat interpreter by systempro.asia
    Tehnologi Akan Audio Visual
    Audio-visual telah digunakan untuk waktu yang lama untuk menyampaikan pesan dalam rapat perusahaan, kuliah dan seminar, demo, aksi panggung dan drama, proposal bisnis, dan sejenisnya. Namun teknologi telah sangat mendasar dibandingkan dengan teknologi yang tersedia saat ini.

    Teknologi audio-visual didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Perusahaan ini mempekerjakan penggunaan beberapa masukan, seperti video atau slide. Tergantung pada informasi yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda, ada berbagai aplikasi yang Anda dapat menggunakan, seperti multimedia, laser / hologram, DVD dan pencitraan video. Teknologi ini banyak digunakan di komputer berbasis presentasi pendidikan, dan pertunjukan.

    Belajar lebih lanjut tentang Audio-Visual Teknologi

    Jika Anda ingin menggunakan audio-visual dalam laporan Anda dan demo, Anda harus tahu segala sesuatu dari merancang presentasi menggunakan berbagai portal. Sekarang, cara terbaik untuk belajar tentang hal-hal ini adalah dengan membaca manual, buku dan barang cetakan lainnya. Pastikan bahwa Anda mendapatkan sesuatu yang mencakup pedoman untuk kemudahan referensi. Anda juga dapat menelusuri Internet tentang teknologi audio-visual untuk pengetahuan lebih lanjut.

    Ada banyak situs web tentang audio-visual yang mencakup informasi dan langkah-demi-langkah panduan dalam menggunakan aplikasi yang berbeda. Ada juga situs yang bisa mengajarkan Anda bagaimana untuk membuat dan merancang template untuk presentasi Anda. Ada orang lain yang menawarkan tips tentang cara untuk berhasil melakukan pertemuan, proposal dan demo.

    Bergabung dengan forum online yang membahas teknologi audio-visual adalah cara lain untuk belajar tentang mereka. Di sini, Anda dapat menemukan ulasan dan pendapat dari pengguna tentang audio-visual produk dan aplikasi. Anda juga dapat mengirimkan pertanyaan tentang di mana untuk menemukan produk terbaik atau jasa serta bagaimana menggunakan produk tertentu.

    Pro dan Kontra

    Menggunakan teknologi audio-visual memiliki keuntungan besar. Anda dapat secara efektif menyampaikan pesan ke audiens Anda dengan hanya beberapa klik. Presentasi dapat dibuat lebih menarik dan hidup. Di sisi lain, ada beberapa kelemahan seperti gangguan ringan, power supply yang lebih besar dan khusus persyaratan keterampilan. Tapi secara keseluruhan, sekali Anda telah belajar semua hal penting, Anda dapat mulai membuat presentasi visual yang menakjubkan.
    Blog Sumber: rental video conference by systempro.asia

    Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

    Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

    1. 1. Prakarya : Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha Oleh : Alya Titania Annisaa Kelas XI IPA 8
    2. 2. A. Produk Kerajinan dari Bahan Lunak Kerajinan dari Bahan Lunak adalah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak. Apa itu kerajinan dari bahan lunak? a. Bahan Lunak Alami adalah bahan lunak yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami. Contoh : tanah liat. b. Bahan Lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah mejadi lunak. Contoh : fiberglas, sabun, dan lilin. Ada beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan. Apa sajakah bahan tersebut?
    3. 3. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak Kerajinan Tanah Liat atau yang lebih dikenal orang dengan kerajinan keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa sehingga menghasilkan benda pakai dan benda hias yang indah. Contoh : vas bunga. Kerajinan Serat Alam adalah kerajinan yang menggunakan serat alam sebagai bahan bakunya dan sebagian besar dibuat dengan dengan cara mengayam. Contoh : alas meja. Kerajinan Kulit adalah kerajinan yang menggnakan bahan baku dari kulit yang sudah disamak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contoh : jaket. Kerajinan Gips adalah kerajinan yang menggunakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Contoh : hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.
    4. 4. Kerajinan Lilin adalah kerajinan yang cukup sederhana dan mudah dengan bahan dasar lilin yang sudah dicairkan dengan proses pemanasan di atas api atau kompor. Kerajinan Sabun adalah kerajinan dengan bahan utama sabun batangan yang dapat diolah dengan dua cara. Pertama, mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan saku dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk plastisin. Kerajinan Bubur Kertas adalah salah satu bentuk pemanfaatan sisa-sisa kertas yang dibuat menjadi bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Cara pembuatan bubur kertas yaitu pertama, robek atau gunting kertas menjadi potongan kecil. Kedua, masukkan potongan kertas ke dalam baskom, lalu siram dengan air hangat. Ketiga, masukkan 1 sendok teh garam, lalu diamkan selama 1-2 hari. Setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain. Kemudian masukkan potongan kertas yang sudah diperas airnya tadi ke wadah dan remas-remas sampai hancur. Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya.Campur adonan kertas dengan pasta, lalu remas hingga rata dan mudah dibentuk.
    5. 5. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak 1. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya. 2. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada sapek kegunaan.
    6. 6. Unsur Estetikadan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak a. Unsur Estetika atau yang sering kita kenal dengan istilah keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Prinsip estetik yaitu kesatuan, keselarasan, keseimbangan, dan kontras. b. Unsur Ergonomis selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah sebagai berikut. 1. Keamanan : jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut. 2. Kenyamanan : kenyamanan apabila produk tersebut digunakan. 3. Keluwesan : keluwesan penggunaan
    7. 7. Motif Ragam Hias pada Produk kerajinan dari Bahan Lunak 1. Motif realis : motif yang dibuat berdasarkan bentuk-bentuk nyata yang ada di alam sekitar. 2. Motif geometris : motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. 3. Motif dekoratif : menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. 4. Motif abstrak : motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca.
    8. 8. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak a. Membentuk  Teknik Coil : cara pembentukan dengan tangan langsung.  Teknik Putar : teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris dan bervariasi.  Teknik cetak : ada dua teknik, yang pertama yaitu teknik sekali cetak (cire verdue) yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak, yang kedua yaitu teknik cetak berulang (bi valve) yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama.
    9. 9. b. Menganyam Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya. c. Menenun Pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. d. Membordir Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. e. Mengukir Teknik mengukir adalah teknik menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir.
    10. 10. Perencanaan Produk Produksi Kerajinan dari Bahan Lunak a. Pengelolaan Sumber Daya Usaha  Man (Manusia) merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.  Money (Uang) merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.  Material (Fisik) merupakan bahan mentah yang digunakan untuk menghasilkan kerajinan.  Machine (Mesin) memungkinkan peningkatan dalam produksi.  Method (Metode) dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efesien.  Market (Pasar) dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan.
    11. 11. b. Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan Bentuk : seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni seperti garis, tekstur, warna, ruang, dan bidang. Fungsi : seorang pengrajin harus mampu menghubungkan bentuk dan fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi sementara bentuknya tetap indah. Bahan : seorang pengrajin harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan terhadap bahan yang akan digunakan.
    12. 12. c. Menentukan Segmentasi Pasar Faktor pemasaran dapat dikatakan berhasil jika jangkauan pasar semakin luas dan masa produksi dapat bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi sasaran pasar, selera konsumen, citra produk, saluran distribusi, dan penentuan harga. d. Menentukan Bahan atau Material Produksi Pemilihan bahan atau material dalam pembuatan karya kerajinan sangat terkait dengan sasaran pasar karena material akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan memengaruhi kualitas dari barang tersebut
    13. 13. e. Menentukan Teknik Produksi Penguasaan teknik dalam berkarya kerajinan akan menentukan kualitas produk kerajinan yang dibuat. Beberapa jenis kerajinan memiliki alat dan keterampilan khusus untuk mewujudkannya. Teknik produksi kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat, dan cara yang digunakan.
    14. 14. B. Produksi Kerajinan Tanah Liat 1. Bahan Pendukung Produk Kerajinan Tanah Liat Penyiapan tanah liat melalui pengulian dan pengirisan satu atau lebih warna tanah sejenis. Tujuannya agar tanah liat tersebut memenuhi persyaratan pembentukan. Penyiapan bahan tanah liat dibedakan untuk pembentukan teknik bebas, pijit, pilin, lempeng, putar (centering, pilin,dan tatap), dan cetak (tekan dan jigger-jolley), serta slip tanah liat tuang.
    15. 15. a. Persyaratan Tanah Liat • Plastisitas : sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk, atau runtuh. • Homogen : plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek. • Bebas dari gelembung udara : jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara, hal itu dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran. • Memiliki kemampuan bentuk : sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.
    16. 16. b. Penyiapan Tanah Liat i. Pengulian : agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. ii. Pengirisan : untuk mencampur satu macam tanah atau lebih yang berbeda warna, jenis, dan plastisitasnya. 2. Alat Pendukung Produksi Kerajinan Tanah Liat a. Alat Bantu • Butsir kawat • Butsir kayu • Kawat pemotong • Pisau pemotong • Potter rib • Spons • Jarum • Kuas kecil
    17. 17. b. Alat Pokok  Rol kayu  Pahat c. Perlengkapan  Timbangan  Ember  Baskom  Alas pembentukan  Whirler  Papan cetakan  Linolium  Sekop  Gelas ukuran  Kertas ampelas waterproof  mangkok plastis
    18. 18. 3. Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat a. Keselamatan Kerja Produksi Kerajinan Tanah Liat : masker, sarung tangan plastik, dan pakaian kerja. b. Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak c. Bahan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak  Tanah liat plastis  Slip tanah liat  Tanah liat model  Gips  Larutan pemisah
    19. 19. d. Penyiapan Gips untuk Teknik Cetak e. Proses Penyiapan Model untuk Teknik Cetak : dapat diambil dari karya jadi. f. Proses Pembentukan dengan Teknik Cetak Tekan : teknik pembentukan benda keramik yang dilakukan dengan bantuan cetakan gips satu sisi menggunakan bahan tanah liat plastis dengan cara menekan bongkahan/lempengan tanah liat plastis ke permukaan cetakan sehingga mengisi cekungan atau benda cetakan. g. Proses Pembuatan Cetakan dengan Teknik Cetak Tekan : menggunakan cetakan satu sisi yang hanya memiliki satu permukaan saja, merupakan bagian muka dari benda keramik. h. Proses Pencetakan dengan Teknik Cetak Tekan : gunakan tanah liat yang kondisinya plastis dan homogen. i. Proses Pembentukan dengan Teknik Cetak Tuang : teknik pembentukan benda keramik yang dilakukan dengan pembuatan model terlebih dahulu dan dibuat apabila benda yang akan dicetak tidak mungkin menggunakan cetakan satu sisi. j. Proses Pembuatan Model dengan Teknik Cetak Tuang k. Proses Pembuatan Cetakan Gips l. Proses Cetak Tuang
    20. 20. C. Produksi Kerajinan Busana dari Bahan Alami 1. Merancang Produksi Busana dari Bahan Alam : menggunakan bahan kertas dan koran dengan alat pensil dan spidol. 2. Bahan Pendukung Produksi Busana dari Bahan Alami : jenis serat alami yang sering digunakan adalah karung goni. 3. Alat Pendukung Produksi Busana dari Bahan Alami : peralatan harus standar dan sesuai dengan fungsinya. 4. Keselamatan Kerja
    21. 21.  Sebelum bekerja hendaknya memastikan terlebih dahulu tentang ruangan yang bersih dan terang serta ventilasi udara yang cukup supaya ruangan kerja menjadi nyaman  Pakailah pakaian kerja  Jika sedang bekerja, tidak diperkenankan bergurau  Jika sudah selesai bekerja, diwajibkan membersihkan kotorannya, kemudian mengembalikan peralatan pada tempatnya.
    22. 22. 5. Proses Kerja Produksi Busana dari Bahan Alami a) Membuat rancangan atau pola gambar b) Penyiapan bahan c) Penyiapan alat d) Memotong sesuai pola e) Menjaht f) Memasanng kancing baju g) Membuat hiasan
    23. 23. D. Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak Tujuan pengemasan karya kerajinan : • Memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan • Melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen • Mendukung program pemasaran • Suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan
    24. 24. Jenis bahan kemasan karya kerajinan : 1. Kemasan kertas 2. Kemasan kayu 3. Kemasan plastik E. Perawatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak 1. Perawatan Kerajinan Tanah Liat 2. Perawatan Kerajinan Serat Alam
    25. 25. F. Wirausaha di Bidang Kerajinan I. Kebutuhan pasar produk kerajinan II. Menganalisis peluang usahab produk kerajinan III. Peluang usaha produk kerajinan IV. Menciptakan peluang usaha produk kerajinan V. Langkah-langkah melakukan wirausaha
    26. 26. G. Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Lunak 1. Membuat produk kerajinan dari tanah liat  Membuat produk kerajinan teknik cetak tekan  Membuat produk kerajinan teknik cetak tuang 2. Membuat produk kerajinan busana dari bahan alami 3. Membuat kemasan produk kerajinan
    27. 27. Terima Kasih

    Menganilisi Kerajinan dari Bahan Lunak

    1. Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
              Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang
    menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan
    lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu
    seperti berikut:
    a. Bahan Lunak Alami
              Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari
    alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak
    dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh
    bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam,
    dan kulit.
    b. Bahan Lunak Buatan
              Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang
    diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan
    lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.
    Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips,
    fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
    2. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
              Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari
    karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai
    dan karya kerajinan untuk hiasan.
    Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:
    a. Kerajinan Tanah Liat
              Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal
    orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah
    karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat
    yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin,
    pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau
    benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah,
    vas bunga, guci, piring. Berikut contoh kerajinan gerabah dan
    keramik.
              Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari
    berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk,
    teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di
    Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk
    kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki
    karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina,
    Jepang, dan negara lainnya.
    b. Kerajinan Serat Alam
              Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan
    yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja,
    tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini
    sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
    Berikut merupakan contoh karya kerajina dari serat alam.
    c. Kerajinan Kulit
              Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang
    sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya:
    tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari
    hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat
    dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.
    d. Kerajinan Gips
              Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air
    dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan
    gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa
    mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat
    terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa
    panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk
    seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan
    diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih
    dahulu.
              Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan.
    Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber,
    tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin
    atau tanah liat.
              Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan
    dinding, mainan, dan sebagainya.
    e. Kerajinan Lilin
              Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan
    mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan
    mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik,
    tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas
    api/kompor. Berikut contoh kerajinan dari bahan lilin.
    f. Kerajinan Sabun
              Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan
    adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara.
    Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti:
    binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun,
    yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan
    sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat
    bentuk dari plastisin. Berikut contoh produk kerajinan dari
    bahan sabun.
    g. Kerajinan Bubur Kertas
              Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam
    karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa
    kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya
    kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan
    dengan langkah-langkah berikut ini:
    1. Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas
    koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan
    kecil (lembut).
    2. Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember
    plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
    3. Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk
    menghindarkan kertas menjadi busuk.
    4. Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini
    didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
    5. Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan
    hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan
    kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain
    disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari
    ampasnya.
    6. Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali
    potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke
    dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan
    sedikit air ketika meremasnya.
    7. Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan
    tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa
    terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
    8. Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas
    hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur
    kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.
    Berikut contoh karya kerajinan dari bubur kertas.
    3. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
              Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
    fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya
    kerajinan sebagai benda hias.
    a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
              Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk
    kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan
    sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya
    kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun
    unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Berikut
    contoh karya kerajinan sebagai benda pakai.
    b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
              Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk
    kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau
    digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih
    menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.
    4. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan
    dari Bahan Lunak
    Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur
    estetika dan ergonomis.
    a. Unsur Estetika
              Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan.
    Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah
    karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman
    estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni
    atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki
    unsur keindahan.
              Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki
    prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan
    (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan
    perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa
    senang.
    b. Unsur Ergonomis
              Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan
    aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya
    kerajinan adalah seperti berikut:
    1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan
    orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
    2. Kenyamanan (comfortable)yaitu kenyamanan apabila
    produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak
    digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang
    tinggi.
    3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan.
    Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk
    kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau
    terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi
    kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai
    tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
    5. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
              Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan
    dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh
    tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan
    nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing.
    Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya,
    misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan,
    pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya.
    Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias
    karya kerajinan antara lain seperti berikut.
    a. Motif Realis
              Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk
    nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan,
    bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan,
    bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.
    b. Motif Geometris
              Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur
    dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi
    empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder.
    Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias
    karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris
    berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang
    dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir
    di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias
    geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung,
    jlamprang, dan tumpal.
    a. Motif Dekoratif
              Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan
    mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah.
    Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya
    tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang
    tidak terlalu ditonjolkan.
              Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan
    deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam
    disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk
    aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan.
    Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada
    pada motif itu. Berikut contoh motif dekoratif.
    a. Motif Abstrak
              Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali
    objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar
    abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang
    terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam
    serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif
    abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan
    geometris. Berikut ini contoh motif abstrak.
    6. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
              Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan
    lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan.
    Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya
    kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam,
    menenun, dan mengukir.
    a. Membentuk
              Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya
    kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk
    antara lain seperti berikut.
    1) Teknik Coil (Lilit Pilin)
                Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil,
    lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan
    tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang
    diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini
    sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
    2) Teknik Putar
                Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan
    banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi.
    Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai
    oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional
    biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel)
    atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di
    atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang
    sama seperti gentong dan guci.
    3) Teknik Cetak
                Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan
    lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang.
    Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan
    sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak
    berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat
    memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan
    bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa
    dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga,
    cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk
    dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik
    keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah
    tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
    b. Menganyam
                Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya
    kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu.
    Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan
    dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan
    yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun
    pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh
    karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar,
    topi, dan tas.
    c. Menenun
                Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik
    menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan.
    Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan
    (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu,
    sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat
    yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di
    wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda
    dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari
    suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari
    Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan
    kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan
    Sumbawa.
    d. Membordir
                Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain
    mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu
    juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang
    dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya
    adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau
    ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir.
    Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain
    yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.
    e. Mengukir
                Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan
    menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari
    jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus
    (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran
    utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan
    kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan
    lunak seperti sabun padat dan lilin.
    Contoh teknik pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak:No Bahan T
    1. Tanah Liat
    ·        Membentuk dengan teknik coil
    ·        Membentuk dengan teknik putar
    ·        Membentuk dengan teknik cetak
    2. Serat Alam Menganyam
    ·        Menenun                              
    ·        membordir
    3. Kulit
    ·        Mengukir
    4. Gibs Membentuk dengan teknik cetak
    ·        Mengukir
    5. Lilin
    ·        Mengukir
    ·        Membentuk dengan teknik cetak
    6. Sabun
    ·        Mengukir
    7. Bubur Kertas
    ·        Membentuk dengan teknik coil
    ·        Membentuk dengan teknik

    PERENCANAAN PROSES PRODUKSI KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK
              Untuk membuat produk kerajinan, diperlukan perencanaan
    yang matang, misalnya produk kerajinan pakaian. Dalam
    perancangan produk kerajinan pakaian, diperlukan berbagai
    interaksi ilmu pengetahuan, misalnya pengetahuan tentang
    kebiasaan masyarakat (antropologi dan sejarah), ukuran badan
    (antropometri), ukuran pakaian (standardisasi), bentuk dan
    perhiasan (pendidikan moral: etika, gaya hidup), pengetahuan
    bahan (fisik), teknik pembuatan (rekayasa), perhitungan biaya
    produksi (akuntansi), promosi (publikasi), pemasaran (marketing),
    kemasan (desain), dan ilmu yang lainnya.
              Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan
    pada nilai-nilai estetika, keunikan (craftmanship), keterampilan,
    dan efisiensi. Sementara dalam pemenuhan fungsinya, lebih
    menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat
    fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur,
    dan sandang.
              Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai
    komponen struktural dan fungsional. Komponen struktural
    yang membentuk sistem produksi terdiri atas: bahan (material),
    mesin dan peralatan, tenaga kerja modal, energi, informasi,
    tanah dan lain-lain. Komponen fungsional terdiri atas supervisi,
    perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan,
    yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi.
    Refleksi Diri
    Renungkan dan tuliskan pada selembar kertas.
    Ungkapkan pemahaman apa yang kamu peroleh setelah
    mempelajari materi produk kerajinan dari bahan lunak,
    berdasarkan beberapa hal berikut ini.
    1. Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mempelajari karya
    kerajinan dari bahan lunak yang ada di wilayahmu?
    2. Materi apa yang masih sulit untuk dipahami?
    3. Catatan hasil pengamatan dari berbagai sumber/referensi
    bacaan tentang benda kerajinan dari bahan lunak yang sudah
    kamu lakukan bersama kelompokmu.
    4. Catatan kesulitan yang dihadapi saat mencari informasi dan
    pengamatan.
              Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga
    aspek-aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi, sosial
    dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat memengaruhi
    keberadaan sistem produksi itu.
              Produk kerajinan umumnya diproduksi ulang atau diperbanyak
    dalam skala home industry. Oleh karena itu, dibutuhkan
    persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam
    proses perancangannya.
    a. Pengelolaan Sumber Daya Usaha
              Dalam perencanaan proses produksi, diperlukan pengelolaan
    yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan/industri. Sumber
    daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikatagorikan atas
    enam tipe sumber daya (6M), yaitu sebagai berikut.
    1) Man (Manusia)
              Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia
    adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan
    keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia
    dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat,
    baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia
    merupakan unsur manajemen yang penting dalam
    mencapai tujuan perusahaan.
    2) Money (Uang)
              Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak
    dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat
    pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur
    dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/industri.
    Oleh karena itu, uang merupakan unsur yang penting
    untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus
    diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan
    dengan berapa uang yang harus disediakan untuk
    membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan
    yang harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai
    dari sesuatu organisasi.
    3) Material (Fisik)
              Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan
    mentah yang dibutuhkan, melainkan membeli dari pihak
    lain. Untuk itu, manajer perusahaan berusaha untuk
    memperoleh bahan mentah dengan harga yang paling
    murah, dengan menggunakan cara pengangkutan yang
    murah dan aman. Di samping itu, bahan mentah tersebut
    akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai
    hasil secara efisien.
    4) Machine (Tekonologi)
              Mesin memiliki peranan penting dalam proses produksi
    setelah terjadinya revolusi industri dengan ditemukannya
    mesin uap sehingga banyak pekerjaan manusia yang
    digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang
    begitu pesat menyebabkan penggunaan mesin makin
    menonjol. Hal ini karena banyaknya mesin baru yang
    ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan
    peningkatan dalam produksi.
    5) Method (Metode)
              Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja
    berjalan efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai
    dengan kebutuhan perusahaan, baik yang menyangkut
    proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu
    saja melainkan memerlukan waktu yang lama.
    6) Market (Pasar)
              Memasarkan produk memiliki peran yang sangat penting
    sebab jika barang yang diproduksi tidak laku, proses
    produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja
    tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan
    pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan
    faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat
    dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan
    selera konsumen dan daya beli konsumen.
    b. Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan
              Dalam merancang produk kerajinan, seorang perajin harus
    memperhatikan 3 hal, berikut:
    1) Bentuk
              Yang dimaksud bentuk pada produk kerajinan adalah
    wujud fisik. Bentuk ini selalu bergantung pada sentuhan
    keindahan. Karena itu pula, dalam proses penciptaan,
    seorang perajin harus menguasai unsur-unsur seni seperti
    garis, tekstur, warna, ruang, bidang. Selain itu, seorang
    perajin harus menguasai prinsi-prinsip seni seperti irama,
    keseimbangan, kesatuan, harmonisasi, kontras dan
    sebagainya.
    2) Fungsi
              Dalam pembuatan produk kerajinan, seorang perajin harus
    mampu menghubungkan bentuk dan fungsi sehingga
    karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi sementara
    bentuknya tetap indah. Pembuatan produk kerajinan harus
    benar-benar memperhatikan aspek kenyamanan.
    3) Bahan
              Pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan terhadap
    bahan harus dimiliki seorang perajin. Dengan adanya
    pemahaman terhadap bahan, ia akan mampu menemukan
    teknik pengolahannya. Dengan teknik yang tepat akan
    dihasilkan karya kerajinan secara optimal karena setiap
    bahan selalu memiliki karakter yang berbeda-beda. Tanah
    liat berbeda karakternya dengan lilin. Semen berbeda
    karakternya dengan gips. Bahkan, setiap jenis kayu
    memiliki karakter sendiri-sendiri.
              Setiap bahan memerlukan teknik penggarapan yang
    berbeda-beda. Karakter setiap bahan tersebut pada
    umumnya ditentukan oleh susunan unsur-unsur
    pembentuknya. Seorang perajin harus mampu memadukan
    aspek bentuk, fungsi, dan bahan agar hasilnya optimal.
    Ketiga aspek tersebut saling berkait dan bekerja sama.
    c. Menentukan Segmentasi Pasar
              Penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi
    merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar
    dapat dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan
    selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
    Faktor pemasaran dapat dikatakan berhasil jika jangkauan
    pasar makin luas dan masa produksi dapat bertahan dalam
    waktu yang lama. Untuk itu ,hal-hal yang perlu dipertimbangkan,
    meliputi: sasaran pasar, selera konsumen, citra produk, saluran
    distribusi, dan penentuan harga.
    d. Menentukan Bahan/Material Produksi
              Pada karya seni kerajinan, seorang perajin harus mampu
    menghubungkan bentuk dan fungsi sehingga karya yang
    dihasilkan dapat memenuhi fungsi, sementara bentuknya
    tetap indah. Pemilihan bahan/material dalam pembuatan karya
    kerajinan sangat terkait dengan sasaran pasar karena material
    akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam
    menggunakan benda terapan dan juga akan memengaruhi
    kualitas dari barang tersebut.
              Bentuk selalu bergantung pada sentuhan keindahan (estetika).
    Oleh karena itu dalam penciptaannya, seorang pengrajin harus
    menguasai unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna,
    dan komposisi.
    e. Menentukan Teknik Produksi
              Mewujudkan sebuah produk kerajinan haruslah menggunakan
    cara atau teknik tertentu sesuai dengan bahan dasar kerajinan.
    Penguasaan teknik dalam berkarya kerajinan akan menentukan
    kualitas produk kerajinan yang dibuat. Beberapa jenis kerajinan
    memiliki alat dan keterampilan khusus untuk mewujudkannya.
    Teknik produksi kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat, dan
    cara yang digunakan.


    PROSES PRODUKSI KERAJINAN TANAH LIAT
    Secara umum, pembentukan benda keramik dengan teknik
    cetak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: membentuk dengan
    teknik cetak tekan dan membentuk dengan teknik cetak tuang.
    Membentuk benda keramik dengan kedua teknik cetak tersebut
    dilakukan dengan proses pembuatan model, pembuatan cetakan
    dan pencetakan benda keramik baik dengan tanah liat plastis
    maupun tanah liat tuang (slip).
              Pembuatan benda keramik dengan teknik cetak merupakan salah
    satu teknik yang memiliki keunggulan dalam proses produksi
    yaitu: bentuk dan ukuran benda keramik sama, dapat diproduksi
    dalam jumlah banyak/massal, dan waktu yang relatif lebih cepat.
    Saat ini banyak pengrajin keramik di Indonesia yang memproduksi
    peralatan rumah tangga, barang interior, saniter, alat teknik dan
    elektronik banyak menggunakan teknik cetak, baik cetak tekan
    maupun cetak tuang yang lebih rumit dan canggih. Teknik ini juga
    makin berkembang di perajin keramik dengan bentuk-bentuk
    yang unik yang akan menarik konsumen.
              Gips sebagai bahan utama dalam pembuatan cetakan harus
    benar-benar dipilih dengan baik dalam arti gips tersebut memenuhi
    persyaratan untuk dibuat cetakan. Persyaratan itu di antaranya
    adalah butiran gips halus, apabila dicampur air, cepat hangat dan
    mengeras serta memiliki daya serap tinggi (porous) terhadap slip
    tanah liat. Hal ini dimaksudkan agar slip tanah liat yang dituang
    di dalam cetakan gips akan mudah diserap dan menempel
    pada cetakan gips secara merata dan membentuk dinding
    benda keramik. Dengan demikian, tanah liat akan menyusut
    dan terlepas dari dinding cetakan gips sehingga mempermudah
    melepas benda dari cetakan gips. Perbedaan kualitas gips dapat
    dilihat dari: kekerasan bahan gips, perbandingannya dengan air,
    dan lamanya reaksi dengan air.
              Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat adonan gips adalah
    ketepatan campuran air dan gips. Apabila dalam campuran
    adonan gips terlalu banyak air, hasil cetakan gips menjadi lama
    mengeras dan lunak. Sebaliknya, kalau terlalu sedikit air, hasil
    cetakan gips menjadi lebih cepat mengeras.

    a. Keselamatan Kerja Produksi Kerajinan Tanah Liat
              Keselamatan kerja merupakan sikap pada saat kita bekerja. Hal
    ini berhubungan dengan cara memperlakukan alat dan bahan
    kerja, serta bagaimana mengatur alat dan benda kerja yang baik
    dan aman karena berhubungan dengan orang atau manusianya.
    Jangan lupa setelah proses pekerjaan selesai, bersihkan semua
    peralatan dan simpan pada tempat semestinya. Pastikan ruang
    kerja supaya tetap bersih, rapi, dan sehat.
              Perlengkapan dan manfaat keselamatan kerja dalam proses
    produksi kerajinan dari bahan lunak antara lain seperti berikut.

    b. Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak
              Untuk membuat model teknik cetak tuang, diperlukan beberapa
    jenis peralatan berikut.
    1) Butsir kayu (wood modelling tools)
    2) Pisau
    3) Kuas
    4) Spons (sponges)
    5) Alas pembentukan
    6) Baskom
    7) Ember
    8) Timbangan
    9) Whirler/banding wheel
    10) Papan cetakan
    11) Linoleum
    12) Sekop
    13) Gelas ukuran
    14) Kertas ampelas waterproof

    §  Masker
    Untuk melindungi hidung dan mulut pada waktu melakukan proses penyiapan massa gips.
    §  Sarung Tangan Plastik
    Untuk melindungi tangan pada waktu melakukan proses penyiapan gips.
    §  Pakaian Kerja
    Untuk melindungi badan pada waktu melakukan  proses pembentukan benda keramik dan penyiapan massa gips.











    PENGEMASAN PRODUK KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK
              Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus
    yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakankerusakan
    pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.
              Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut.
    • Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan.
    • Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari
    produsen ke konsumen.
    • Kemasan dapat mendukung program pemasaran.
    Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif
    dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk
    pesaing.
    • Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba
    perusahaan.
    Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan
    semenarik mungkin.
              Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.
    • Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik,
    dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh
    cuaca.
    • Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan
    membedakan produknya (ciri pembeda produk).
    • Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian
    konsumen (menambah daya tarik produk).
    • Kemasan dapat menambah nilai jual produk.
              Jenis bahan kemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut:
    1. Kemasan Kertas
              Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang
    pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium
    foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan
    mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan
    logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan
    penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas
    untuk mengemas adalah sifanya yang sensitif terhadap
    air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara
    lingkungan. Berikut contoh kemasan dari bahan kertas.
    2. Kemasan Kayu
              Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui
    oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk
    mengemas berbagai macam produk padat seperti barang
    antik dan emas, keramik, dan kain. Kayu adalah bahan
    baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di
    negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam
    jumlah banyak. Tetapi saat ini penyediaan kayu untuk
    pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah
    karena makin langkanya hutan penghasil kayu.
    Desain kemasan kayu bergantung pada sifat dan berat
    produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan, dan
    kekuatan kemasan, dimensi kemasan, metode dan
    kekuatan. Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti,
    tong kayu atau palet sangat umum di dalam transportasi
    berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.
    Pengiriman produk kerajinan seperti keramik sering
    dibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik
    dari risiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan
    sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain
    yang ada di dalamnya.
                Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses
    alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk
    membuat kemasan yang lebih ekonomis.
    4. Kemasan Plastik
                Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan
    plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal
    adalah polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film.
    Enam puluh persen penjualan plastik yang ada di dunia
    menggunakan kemasan plastik polistiren, polipropilen,
    polivinil klorida, dan akrilik. Produk kerajinan banyak
    menggunakan kemasan plastik jenis akrilik. Akrilik adalah
    nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama
    dagang Lucie, Barex dan Plexiglas. Beberapa sifat akrilik
    adalah kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap
    oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Akrilik banyak
    digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras, dan
    dahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. Berikut
    contoh kemasan dari bahan plastik.
                Produk karya kerajinan yang siap dipasarkan sebaiknya
    dikemas dengan baik agar terlihat lebih menarik dan
    terlindung dari kerusakan. Kemasan dibuat dengan
    memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk
    kerajinannya. Kemasan untuk produk kerajinan yang
    terbuat dari bahan alam dapat diberi silica antijamur yang
    dapat dibeli di toko kimia. Kemasan tidak hanya disiapkan
    untuk karya kerajinan yang dijual, tetapi juga karya kerajinan
    yang akan dipamerkan. Bahan untuk kemasan bisa dibuat
    dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya
    keramik diberi kemasan kotak kayu, aksesori batu diberi
    wadah kotak dari kardus, perhiasan perak diberi wadah
    kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

    LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN WIRAUSAHA
              Secara umum langkah-langkah melakukan wirausaha adalah
    sebagai berikut.
    a. Tahap memulai
              Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan
    usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan,
    diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin
    apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau
    melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis
    usaha yang akan dilakukan.
    b. Tahap melaksanakan usaha
              Dalam tahap ini, seorang wirausahawan mengelola berbagai
    aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspekaspek:
    pembiayaan, sumber daya manusia, kepemilikan,
    organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana
    mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran,
    dan melakukan evaluasi.
    c. Tahap mempertahankan usaha
              Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah
    dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai
    untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
    d. Tahap mengembangkan usaha
              Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif
    atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan

    usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
    luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com