10 Juni lalu saya sudah menulis kesan soal Kompasiana
baru di status FB, ini karena Alan Budiman adalah salah satu akun yang sampai
saat itu belum bisa menayangkan tulisan di K. Pada status tersebut sengaja saya
mention Kang Pepih Nugraha. Selang beberapa menit beliau memberi komentar yang
pada intinya K yang baru memiliki deadline harus fixed dan sempurna pada 1 Juli
2015. Kalau tidak, maka akan dikembalikan ke K yang lama. Membaca komentar
tersebut saya merasa ngeri-ngeri sedap. Senang dengan ketegasan dan deadline
yang dibuat, namun merasa eman juga kalau harus dikembalikan ke K lama yang
kita semua tau sangat menyulitkan kompasianer pengguna gadget atau mobile.
Sementara K yang baru sudah sangat baik yang bahkan pengguna mobile kini bisa
melihat semua konten yang ada di versi dekstop (HL, TA dll). Rasanya nggak rela
kalau harus dikembalikan ke versi lama. Kini 17 Juni, tentu saja perbaikannya
sudah mulai lebih banyak. Tapi agar jelas maka saya akan bahas secara
keseluruhan, termasuk status FB 10 Juni lalu dengan bahasa saya yang baru.
Berikut ini beberapa point perubahan hasil pantauan saya dan sedikt tanda tanya
pada pihak Admin. 1. Banyak Jebakan if else dan Loop Fungsi dari jebakan ini
adalah untuk menghindari double posting atau comment. Tombol publish dan tombol
submit pada kolom komentar akan berwana biru dan tidak bisa ditekan lagi selama
proses penyimpanan. Menariknya lagi, saat menayangkan tulisan tidak akan ada
lagi auto reload. Website akan stay sejenak sebelum akhirnya mucul tukisan
hijau mencolok kecil "tersimpan" atau "published." 2.
Responsive Web Design Secara teori saya tau adanya RWB, namun pada prakteknya
baru saya temukan dan lihat di Kompasiana. Kekatroan ini mungkin karena faktor
saya tidak pernah meneliti setiap website yang saya kunjungi. Dengan RWB ini
kita tidak perlu mereload ulang website dengan tombol ajaib "dekstop
view" di browser mobile kita. Jika layar gadget cukup besar seperti tablet
7inch misalnya, saat diputar landscape maka kompasiana akan otomatis berubah
jadi tampilan desktop, sekali lagi tanpa reload. 3. Statistik Nah ini adalah
point paling menarik menurut saya yang kemudian dijadikan (efek) judul artikel
ini. Saya cukup memantau perubahan yang terjadi hampir setiap harinya. Dn hari
ini adalah puncak munculnya statistik di akun kita masing-masing. Menampilkan
jumlah artikel, viewer, komentar, rating dan tentu saja berapa kali Headline
dan Highlight. Hati saya merasa "nyesss." Haha Saat pagi tadi saya
buka, terhitung saya baru 19 kali Highlight dari 308 artikel. Apa ga pusing
palaku? Namun beruntung rupanya statistik tersebut terus bergerak sehingga
terakhir saya cek angkanya sudah seperti di gambar. Yang membuat saya tertarik
sebenarnya adalah Highlight. Buka saja masuk dalam hitungan statistik namun
juga diberi label dalam setiap artikel seperti HL K versi lama. Pada K baru,
jika tulisan kita HL maka akan ada dua badge yakni Highlight dan Headline. Bagi
saya, ini sangat 'mengkhawatirkan' sebab saya termasuk kompasianer yang
tulisannya masih belum bagus meski sudah sejak 2011 bergabung. Dampak seriusnya
tentu pada label Highlight tadi. Kalau menuliskan artikel dan ternyata tidak
highlight, duuh....nyeeesnya tuh di mata. Namun sisi positifnya adalah saya
menjadi termotivasi untuk memperhatikan setiap tulisan yang akan ditayangkan.
Lalu apa hubungannya dengan 'ditelanjangi'? Ya itu tadi, statistik memberi
angka-angka yang bisa dengan mudah ditafsirkan. Bayangkan jika saya menulis 308
artikel sementara yang highlight hanya 19 artikel, lantas sisanya 289 itu
artikel apa? Fiuuuh. 4. Followers dan Following Kompasiana baru seperti
meleburkan tampilan G+ dengan bahasa Twitter (followers). Jadi nantinya hampir
bisa dipastikan tidak akan ada lagi fitur add friend. Namun yang menjadi
pertanyaan adalah bagaimana Kompasiana mengatur Followers dan Following ini?
Berpikir secara sistem, maka mungkin mereka yang meng-add kita duluan akan
masuk pada kolom followers. Namun jika kita yang meng-add maka akan dimasukkan
pada kolom following. Saya mengatakan mungkin karena fitur ini belum fix. Sebab
dengan logika sistem tadi saya cukup mengingat beberapa nama kompasianer yang
meng-add saya masih masuk dalam kolom following dan followers sekaligus.
Mayoritas teman masih masuk di dua kolom, namun secara angka memang ada
perbedaan. Hal ini tentu saja another ngeri-ngeri sedap. Karena jika prediksi ini
benar, maka akan ketahuan siapa saja yang kebanyakan nge-add dan saya cukup
dagdigdug untuk mengetahui akun-akun di kolom following, jangan-jangan
kebanyakan akun kaum hawa? Hihihi. 5. Fitur Komentar FB Hal yang paling saya
tunggu sebenarnya adalah fitur yang satu ini. Dimana seseorang bisa langsung
ikut mengomentari tanpa perlu menjadi member Kompasiana. Fitur seperti ini bisa
kita lihat di banyak website media mainstream. Keuntungannya tentu adalah
jumlah share dan meningkatkat keterbacaan artikel itu sendiri. Selain itu akan
lebih banyak lagi komentar dan argumen tanggapan yang pada akhirnya secara
otomatis akan mengundang para komentator tersebut untuk menjadi kompasianer.
Tapi sampai sekarang fitur ini belum ada dan sepertinya memang tidak dalam satu
paket rumah baru Kompasiana. 6. Dashboard Tidak adanya dashboard sampai
sekarang membuat kita harus mengecek langsung tulisan sendiri. Tapi untuk
tulisan yang kita komentari, jika meninggalkan jejak di banyak artikel, maka
kita belum bisa tau apakah komentar tersebut sudah ditanggapi apa belum.
Menariknya, fitur ini adalah fitur yang paling lama proses pemasangannya. Entah
seberapa rumit kode penyesuainnya, yang pasti akan sangat bercabang jika admin
mengabulkan keluhan kompasianer yang menginginkan agar notifikasi based on
comment, bukan per artikel secara keseluruhan. Jadi nantinya notifasi yang
masuk hanya pemberitahuan reply terhadap komentar kita sendiri. 7. Kolom HL,
TA, MR dan MC Sebaiknya kolom ini diekslusifkan seperti kolom K versi lama
dimana tulisan HL tidak akan secara bersamaan ada di kolom TA. Mungkin itu saja
catatan (pertanyaan, harapan, dan masukan) dari yang bisa saya tangkap sampai
saat ini soal Kompasiana baru. Andai nantinya dashboard persis seperti prediksi
ini (atau mungkin melebihi), maka saya beri nilai 100 untuk website baru ini.
Kelemahannya, website ini terasa lebih berat dari K yang lama. Tapi mungkin ini
efek web yang belum selesai. Saya harus menginstall UC Browser karena browser
bawaan tab sangat kesulitan membuka Kompasiana.






0 komentar:
Posting Komentar